Menyambut Kehidupan yang Baru..

Hari ini, Ibu dari seorang kawanku berpulang ke Rahmatullah. Aku bersyukur bisa turut melayat dan melihat senyum tipis serta kedamaian dari wajah Almarhumah. Aku yakin Beliau berbahagia telah menjalani kehidupan yang penuh dengan Berkat dan Rahmat Ilahi, untuk kemudian siap menjalani kehidupan selanjutnya. Semoga temanku dan keluarga yang ditinggalkan Almarhumah tetap tabah dan bersyukur.

Kamu tahu Bro? Tidak ada yang lebih aku inginkan selain meninggalkan kehidupan dengan senyum kebahagiaan dan kedamaian. Tahu bahwa aku telah menjalankan semua yang harus aku jalankan selama kehidupan ini. Tahu bahwa Istri dan Anak-anak-ku akan baik-baik saja dan selalu baik-baik saja: Selamat, Sehat, Kuat, Sejahtera dan Bijaksana sepeninggalku.

Aku tidak tahu seberapa lama aku akan menjalani kehidupan ini, bagaimana kehidupanku saat ini akan berakhir serta seperti apa kehidupanku selanjutnya. Well, aku hanya peduli bahwa: cepat atau lambat jantungku kan berhenti berdetak, nadiku kan berhenti berdenyut, nafasku kan berhenti berhembus selamanya.

Kehidupan dan Kematian bagiku hanyalah tahapan-tahapan dari sebuah perjalanan. Tak jauh berbeda dengan hal-hal yang harus kita jalani sehari-hari, dalam pekerjaan, pergaulan kita, dalam aktivitas kita sehari-hari. Kadang-kadang, kita lagi sibuk dan perhatian pada satu pekerjaan, namun kemudian, atasan meminta kita untuk meninggalkan pekerjaan kita dan fokus pada pekerjaan lain.

Jika kita beruntung, atasan memberikan kita tugas yang baru, setelah kita menuntaskan sebuah tugas. Ketika kita sudah dalam posisi siap sepenuhnya untuk sebuah penugasan baru.
Tapi tentu saja, tidak setiap orang bisa menikmati keberuntungan itu.

Aku mungkin hanya bisa berharap, kehidupan baru datang menjemputku, saat aku telah menuntaskan tugas dan tanggung jawab utama-ku: memastikan anak-anakku mandiri dan hidup dengan nilai-nilai keutamaan sebagai seorang manusia, sebagai anggota masyarakat, warga negara, sebagai penghuni planet bumi ini.

Pun jika harapanku tidak terwujud. Aku hanya bisa berharap keluarga yang aku tinggalkan dapat menemukan jalan yang penuh Keselamatan, Kesejahteraan dan Kebijaksanaan. Apalagi yang bisa aku harapkan?

Aku pun tak ingin, ketika sudah tiba waktunya aku melanjutkan perjalanan, ketika sudah tiba waktunya aku menjalani sebuah penugasan baru, petualangan baru, pikiranku dan perasaanku masih melekat pada perjalanan, penugasan, dan petualangan yang telah lalu.

Aku tak ingin seperti orang yang sedemikian rupa menikmati suasana di sebuah tempat hiburan, hingga ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa tempat hiburan itu sudah harus tutup dan ia harus keluar dari tempat itu. Sedemikian rupa ia terikat pada pada tempat hiburan itu, bahkan ketika langkahnya sudah jauh meninggalkan tempat itu, pikiran dan perasaannya masih dipenuhi oleh tempat itu.

My friends, banyak di antara kita yang masih sedemikian eratnya melekatkan diri pada kehidupan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s