I was Born This Way

“…I’m beautiful in my way,
‘Cause God makes no mistakes
I’m on the right track, baby
I was Born This Way

Don’t hide yourself in regret,
Just love yourself and you’re set
I’m on the right track, baby
I was Born This Way…”

Membaca kutipan syair lagu-nya Lady Gaga, “I Was Born This Way” di atas, aku jadi ingat pertanyaan seseorang kepada-ku: “Apa kunci sukses menurutmu?”. Tanpa keraguan aku menjawab: “Salah satu-nya adalah.. Aku tidak menghabiskan waktuku mendengarkan omongan orang yang tidak berguna tentang aku”.

My friend, aku dulu pernah mengikuti workshop Pengembangan SDM yang sungguh membantuku mengenali kecenderungan perilaku seseorang. Dalam workshop itu, aku mendapatkan pengetahuan bahwa ternyata, “kepribadian seseorang bisa berubah samasekali dan berlawanan dengan kepribadian sesungguhnya”.

Perubahan itu sebagai akibat dari proses adaptasi yang bersangkutan terhadap lingkungan dimana ia berada.
Sederhananya, kepribadian seseorang berbeda ketika ia di luar rumah dibandingan dengan ketika ia di rumah.

Pada saat aku menjalani penugasan yang mengharuskan aku untuk melakukan proses rekrutmen terhadap calon karyawan baru, aku pun menyadari sedemikian banyak di antara mereka, LEBIH DARI 95% calon karyawan baru, yang menunjukkan perbedaan kepribadian dan kecenderungan perilaku.

Ada yang “aslinya” penyediri, namun, kemudian menjadi orang yang suka berada di tengah banyak orang. Ada yang aslinya tipikal orang yang bersantai-santai dan cenderung ceroboh, “berubah” menjadi orang yang “ngotot” dan teliti, dan berbagai perubahan karakter dan kecenderungan perilaku lainnya.

Apakah itu menjadi masalah? Jawabannya akan menjadi relatif.
Kemungkinan-kemungkinan “buruk” yang bisa terjadi adalah yang bersangkutan tidak cukup jujur, dan itu beberapa kali terbukti, atau yang bersangkutan punya kecenderungan stress yang relatif lebih tinggi ketimbang mereka yang punya karakter yang steady, tetap pada situasi apapun.

Kemungkinan lain adalah, pada saat yang bersangkutan mengalami stress, kepribadian dan kecenderungan perilaku aslinya akan muncul dan itu bisa menjadi masalah jika tidak sesuai dengan tuntutan tugas dan tanggung jawabnya.

Aku mencoba mencari jawaban kenapa karakter orang bisa berubah. Salah satu dugaan yang bisa aku terima adalah seseorang tidak cukup memiliki kepercayaan diri sehingga merasa perlu untuk “berubah”.

Banyak loh diantara kita berubah agar bisa diterima di lingkungan dimana ia berada. Seseorang rela menjadi “orang lain” agar bisa diterima oleh orang lain, agar bisa diterima di sebuah lingkungan.

Well, untuk hal itu, aku teringat sebuah pesan: “Kamu harus bisa menerima dan mencintai dirimu terlebih dahulu, sebelum bisa diterima dan dicintai serta mencintai orang lain.”

Iyalah Bro! Kamu takkan bisa memberikan apa yang tidak kamu miliki, termasuk jika bicara soal cinta.

Bagaimana dengan aku? Hasil tes menunjukkan jika aku…

“…I’m beautiful in my way,
‘Cause God makes no mistakes
I’m on the Right Track, Baby
I was Born This Way.

Don’t hide Yourself in regret,
Just Love Yourself and You’re Set
I’m on the Right Track, Baby
I was Born This Way…”

Semoga kamu juga Bro!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s