Janji Tinggal Janji

Hai Bro! Apa kabar? Lama sekali ya kita tidak berjumpa? Entah kenapa dalam satu waktu aku merasa sudah cukup banyak berkata-kata. Kamu tau apa masalahnya ketika kita berkata-kata? Semakin banyak kata-kata, semakin banyak janji yang kita lontarkan. Samasekali bukan masalah kalo kita bisa memenuhi keseluruhan janji yang sudah kita lontarkan yang otomatis terekam oleh pusat pendataan alam semesta itu.

So, untuk sekian waktu lamanya setelah tulisan terakhir-ku: “Bahagia Bisa Plung”, aku mencermati kembali janji-janji yang pernah aku lontarkan. Kepada siapa? Well, yang harus kamu pahami, tulisan-tulisan yang pernah dan aku sampaikan di sini aku tujukan lebih untuk diriku sendiri. Jadi, janji-janji yang terlontarkan adalah terutama janji untuk-ku sendiri.

Orang akan selalu bisa menilai, sejauh mana kita memenuhi janji kita. Sejauh mana keselarasan antara ucapan dan tindakan. Namun sesungguhnya menurutku yang paling penting adalah sejauh mana keselarasan antara apa yang ada dalam diri kita, dalam pikiran dan perasaan, dengan apa yang terucapkan dan terujud dalam tindakan kita.

Aku tidak akan ambil pusing dengan penilaian orang lain jika: “Apa yang aku ucapkan, berbeda dengan apa yang aku lakukan”. Orang bisa saja salah memahami apa yang aku sampaikan toh? Aku hanya perlu menjelaskan apa yang sesungguhnya aku maksudkan.

Hal yang perlu aku pusingkan adalah jika aku sendiri menyadari bahwa “Apa yang aku pikirkan dan rasakan, berbeda dengan apa yang aku ucapkan dan lakukan”. Itu artinya aku hidup dalam Kepalsuan Sejati.

Tulisan-tulisanku menjadi: “Aku berjanji, inilah yang ada dalam diriku, dalam pikiran dan perasaanku. Inilah aku sesungguhnya, seperti yang tercermin dalam ucapan dan tindakanku.”

Pada akhirnya, untuk menjadi diri sendiri hanyalah menyelaraskan apa yang ada dalam diri dengan apa yang nampak dari luar melalui ucapan dan tindakanku. Apakah aku sudah menjadi diriku sendiri, ataukah aku masih menjadi orang lain yang bahkan tidak dikenali oleh Orang Tua-ku.

Jadi Bro, tuliskanlah apa yang ada pikiran dan perasaanmu. Itu membantumu mengenali dan untuk menjadi diri sendiri. Tentu saja, kita semua selalu punya pilihan untuk memenuhi janji dan menjadi diri sendiri atau menjadi orang asing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s