Children of Tomorrow

Hai Bro! Apa kabar? Gimana masa kecilmu?

Minggu lalu aku bertugas dalam sebuah kegiatan Ramadhan di Masjid Al Huda, Batu Ceper, Tangerang, Banten. Aku terkesan oleh keceriaan anak-anak yang bermain di halaman Masjid. Begitu lepas dan bebas. Tiga gadis cilik di antaranya yang tahu aku memegang kamera, langsung menghampiriku dan bilang: “Om.. Foto donk!” Aku dengan senang hati memenuhi permintaan mereka yang segera berpose di bagian gagang sebuah mug raksasa milik sponsor kegiatan kami yang dipajang di halaman masjid.

 

 

Sebelum aku sempat mencatat nama-namanya, mereka langsung kembali menghampiri teman-teman mereka untuk melanjutkan permainan. “Hey! Tidak-kah kalian ingin melihat hasilnya? Tidak-kah kalian ingin bertanya kapan kalian akan mendapatkan fotonya?”, batinku. Mungkin bukan itu yang mereka mau. Mungkin, mereka hanya menginginkan sensasi berpose di depan kamera.

Well, that’s OK! Toh, aku sudah menyimpan senyum manis mereka dalam benak dan penyimpan file digital-ku. Semoga kalian tumbuh menjadi anak yang Sehat, Kuat, Cerdas, Ceria, Pemberani dan Berbudi Luhur. Kepada kalian-lah Indonesia akan bergantung di hari-hari yang akan datang.

Itulah doaku, namun, akan seperti apakah mereka nantinya? Mungkin hanya Tuhan dan orang tua mereka yang tahu.

Hmm.. Kamu tahu akan seperti apakah anakmu Bro? Mungkin lebih tepatnya, kamu tahu apa yang kamu inginkan akan seperti apakah anak-anakmu nantinya, tapi ketahuilah..

1. Setiap orang tua tahu apa yang mereka inginkan seperti apa anak-anak mereka nantinya. Namun, semakin sedikit orang tua yang..

2. Sungguh-sungguh mengetahui apa yang harus  dan perlu mereka lakukan, agar anak-anak mereka menjadi apa yang mereka inginkan, dan.. Hanya segelintir orang tua yang..

3. Sungguh-sungguh melakukan apa yang harus dan perlu mereka lakukan agar anak-anak mereka menjadi apa yang mereka inginkan.

Ini sama seperti halnya sebuah perjalanan.. Aku harus tahu apa tujuanku dan bagaimana aku mencapai tujuanku: Jalan-jalan yang harus aku lalui dan rute yang harus aku tempuh. Namun, paling penting adalah.. Aku harus mau melangkah menyusuri rute yang sudah aku tetapkan untuk mencapai tujuanku.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s