Lovely Punishment

Kalau kita dipukul orang, kita selalu punya pilihan: membiarkan karena kita merasa layak untuk mendapatkannya, atau membalas dengan serangan fisik pula atau mengajukan tuntutan hukum atau sekedar ngomel-ngomel saja. Beberapa waktu lalu, si sulung Alicia memukul adiknya, Bianca, karena kesal digangguin. Apa yang akan kamu lakukan Bro?

Dulu waktu kecil hingga remaja, kalo aku lagi bandelnya kumat, Bapak Almarhum juga suka menyabet punggungku dengan selang karet yang berdiameter lebih dari 10 cm. Selang yang biasa dipasang buat pompa air manual jaman dulu. Meski sudah berkali-kali merasakan, aku juga tak terbiasa. Sampai sekarang, mungkin hanya Bapak seorang, manusia yang aku takuti di atas bumi.

Dulu Bapakku mendidik kami anak-anaknya dengan menggunakan kekerasan fisik, sebagaimana umumnya anak-anak yang dibesarkan oleh tentara, agar kami mampu menghadapi kerasnya kehidupan. Sekarang, kehidupan yang akan dihadapi oleh anak-anakku mungkin jauh lebih keras daripada jamanku.

Apakah aku harus lebih keras dalam mendidik anakku ketimbang Bapak Almarhum mendidik anak-anaknya? Menggunakan kekerasan fisik yang lebih sering dan lebih kuat sebagai konsekuensi atas setiap kesalahan dan kelalaian anak-anakku?

Inilah yang akhirnya, aku pilih sebagai konsekuensi atas tindakan kekerasan Alicia kepada adiknya..

Tulisan tangan Sissy: “Sisi Janji Sayang Adik” sebanyak 100 kali karena telah memukul adiknya, Bianca.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s