Save Your Shit for Yourself

Aku sedang menikmati kesendirianku di sebuah tempat nongkrong ketika kemudian suara bising orang menggeser meja dan kursi menggusur ketenangan. Kulihat seorang pramuniaga tak mau repot-repot mengangkat meja dan kursi kayu, yang enteng, untuk memindahkannya.

Entah apa yang ada di pikirannya. Tidakkah ia menyadari suara yang sangat bising ketika ia hanya sekedar menarik dan mendorong meja dan kursi itu?Apakah dia terlalu tolol? Ataukah dia tidak peduli dan tidak punya empati?

Ataukah ia sengaja melakukannya, untuk mengganggu orang-orang di sekelilingnya? Kenapa? Dia tidak menyukai pekerjaannya? Dia tidak menyukai orang-orang di sekelilingnya?

Ataukah dia sedang ada masalah, dan kemudian mencari pelampiasan dengan menggeser barang-barang sekenanya? Banyak di antara kita yang melakukannya?

Aku menjentikkan batang rokokku di asbak di depanku. Sejenak pandanganku beralih dari asbak ke pramuniaga. Terlintas pikiran yang menggoda untuk melemparkan asbak itu ke si pramuniaga.

Hari ini sudah cukup menguras pikiranku. Kenapa tidak sekalian saja? Ia tidak peduli denganku, kenapa aku harus peduli dengannya? Emang siapa dia? Sedikit keributan sepertinya akan membantu mengalihkan pikiran-pikiran sampah dalam benakku.

Hmmm..

“Mas!”
Aku memanggil si pramuniaga yang segera menoleh ke arahku. “Boleh aku bantu angkat meja dan kursinya? Biar engga berisik”, kataku. Si pramuniaga sejenak terlihat bingung sebelum kemudian dia menyadari alasan aku menawarkan bantuan dan kemudian meminta maaf.

Ketenangan pun kembali menguasai suasana sekelilingku.

Aku kembali sibuk dengan pikiran-pikiranku sendiri. Rasanya semua pikiran itu lebih baik untukku sendiri. Sepenuhnya menyingkirkannya. Aku yang menciptakannya dan aku yang akan menyingkirkannya.

Kebanyakan dari kita mungkin lebih suka menyebar sampah. Masalah atau pikiran yang tidak nyaman hinggap di benak kita dan lalu mempengaruhi sikap dan tindakan kita pada orang lain. Kita menjadi teramat sensitif atau kemudian suka melampiaskan ketidaknyamanan kepada orang lain.

Kita yang bermasalah, orang lain kena getah. Kebayang engga sih? Kamu lagi kesel, trus kamu nyeret-nyeret meja kursi atau banting pintu sekeras mungkin dan sebising mungkin, atau segala bentuk pelampiasan lainnya?

Cari perhatian banget sih?
Mau dilempar asbak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s