Orang – orang yang “Kebelet Ngising” di Jalanan Jogja

Barusan tadi pagi sekitar jam 8 tiba di Jogja dalam rangka tugas. Dalam perjalanan menuju kantor dari bandara, taksi yang aku tumpangi nyaris banget nabrak pengendara sepeda motor yang mendadak nyelonong dan motong jalan kami di dekat layang Janti. Bener-bener nyaris. Supir taksi menginjak rem dalam-dalam hingga terdengar bunyi ban berdecit, dan akupun sampai terlontar ke depan. Untung pakai sabuk pengaman.

Belum juga hilang, ketegangan karena cuaca yang kurang bersahabat saat penerbangan, dan harus melihat kelakuan pengendara motor seperti itu. Spontan aku langsung buka pintu dan beranjak keluar. Dengan histeris, aku “kontol-kontolin” bangsat keparat satu itu. Tuhan masih sayang aku, si bangsat memilih untuk terus melanjutkan perjalanannya sembari mengacungkan tangan kirinya yang tergenggam. Setelah itu, aku gantian marahin si supir, “Bapak mestinya tabrak saja kontol satu itu, biar dia belajar!”.

“Urusan bisa jadi panjang Mas”, timpal si Bapak.
Sadar engga ada gunanya terus meributkan, aku tidak membalas dan berdiam diri.
Tapi pengalaman tadi sungguh menguakkan kembali pengalaman-pengalaman buruk serupa yang mengingatkan aku betapa Jogja tidak senyaman yang banyak orang bilang.

Mulai sekitar tahun 2005, setiap aku kembali ke Jogja, aku merasa kelakuan pengendara kendaraan bermotor di Jogja makin bertolak belakang dengan nilai-nilai yang sering diklaim akrab dengan masyarakat Jogja: Tepo sliro, ramah dan santun. Lihat saja, sangat-sangat jarang pengendara yang mau segera mendahulukan penyeberang jalan atau kendaraan yang mau keluar dari gang.

Jika aku tidak bisa menahan diri, sangat mungkin aku akan menabrak atau ditabrak pengendara motor setiap hari setiap aku mau keluar gang depan rumah di ring road utara, Condong Catur. Meski jaraknya masih lebih dari 100 meter, sangat-sangat jarang pengendara mulai mengurangi kecepatan untuk memberikan kesempatan aku yang sudah keluar duluan dari gang dan memasuki jalan.

Paling sering terjadi adalah para pengendara malah semakin memacu kendaraannya. Untuk apa coba? Apakah mereka kebelet ngising (ingin segera BAB)? Dengan kebiasaan sebagian (untuk tidak mengatakan mayoritas) orang Jogja yang jauh dari kedisiplinan, kebelet ngising adalah satu-satunya alasan yang paling pas yang mendasari perilaku seperti itu tadi. Tapi tentunya hanya segelintir di antara mereka yang sungguh kebelet ngising untuk kemudian mengendarai kendaraannya seperti dikejar setan.

Lainnya? Pengendara di Jogja bukanlah pengendara di Jakarta yang seringkali harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dalam kurun waktu yang terbatas. Misalnya; Depok – Jakarta, Bekasi – Jakarta, Tangerang – Jakarta, atau sebaliknya. Pengendara Jogja bukanlah tipikal orang yang diburu waktu lalu cenderung ceroboh dan sembrono dalam berkendara. Toh, bagi yang bekerja selain di perbankan, sepertinya pengendara Jogja cenderung santai, dan mungkin biasa datang terlambat di tempat tujuan.

Lalu apa?
Apa yang menyebabkan para pengendara di Jogja ceroboh dan sembrono?
Kesadaran yang rendah itu sudah pasti.

Analisa goblok-ku mengatakan para pengendara di Jogja adalah manusia-manusia yang mengalami hambatan untuk aktualisasi diri. Mereka terhimpit dalam kehidupannya, di lingkungan sekolah, pergaulan, rumah dan tempat kerja. Himpitan itu mendorong mereka untuk mencari kelonggaran, dan kelonggaran itu mereka jumpai di jalanan.

Mereka sungguh seperti orang yang kebelet ngising, yang butuh privasi, ruang gerak pribadi yang longgar. Dalam hal ngising, siapa yang mau berbagi kakus dalam waktu bersamaan? Demikianlah siapa yang cepat, dia dapat. Bayangkan jalanan jogja dipenuhi oleh orang-orang yang kebelet ngising. Orang-orang yang mengutamakan dirinya sendiri, dan sulit berbagi dengan yang lain.

Celaka…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s